Di kedai Yahya berjual surat
Di kedai kami berjual sisir
Sang buaya melompat ke darat
Melihat kambing terjun ke air
Nama : Siti Rizky Midana
Kelas : XII Ips Unggulan
Menulislah, karena wanita tak harus pandai bernyanyi... bukankah suara juga aurat?
Wednesday, 13 February 2013
Penggunaan Tanda Baca Koma
1.
Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau
pembilangan.
Misalnya:
Misalnya:
·
Saya membeli bunga mawar, melati, dan anggrek.
·
Surat biasa, surat kilat, ataupun surat khusus memerlukan perangko.
·
Satu, dua, ... tiga!
2.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari
kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti `tetapi`
atau `melainkan`.
Misalnya:
kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti `tetapi`
atau `melainkan`.
Misalnya:
·
Saya ingin datang, tetapi hari hujan.
·
Didi bukan anak saya, melainkan anak Pak Kasim.
3.
a. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimatnya.
Misalnya:
·
Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
· Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.
b. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimatnya jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimat.
Misalnya:
b. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimatnya jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimat.
Misalnya:
·
Saya tidak akan datang kalau hari hujan.
·
Dia lupa akan janjinya karena sibuk.
·
Dia tahu bahwa soal itu penting.
4.
Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu`, `jadi`, `lagi pula`, `meskipun begitu`, `akan tetapi`.
Misalnya:
Misalnya:
·
... Oleh karena itu, kita harus berhati-hati.
·
... Jadi, soalnya tidak semudah itu.
5.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat.
Misalnya:
Misalnya:
·
O, begitu?
· Wah,
bukan main!
·
Hati-hati, ya, nanti jatuh.
6.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam
kalimat.
Misalnya:
Misalnya:
·
Kata Ibu, "Saya gembira sekali."
·
"Saya gembira sekali," kata Ibu, "karena kamu
lulus."
7.
Tanda koma dipakai di antara nama dan alamat, bagian-bagian alamat, tempat dan tanggal, dan nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Misalnya:
Misalnya:
·
Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Kedokteran,
Universitas Indonesia, Jalan Raya Salemba 6, Jakarta.
·
Sdr. Abdullah, Jalan Pisang Batu 1, Bogor
·
Surabaya, 10 Mei 1960
·
Kuala Lumpur, Malaysia
8.
Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam
daftar pustaka.
Misalnya:
Misalnya:
· Alisjahbana,
Sutan Takdir. 1949. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Djilid 1 dan 2. Djakarta:
PT Pustaka Rakjat.
9.
Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.
Misalnya:
Misalnya:
·
W.J.S. Poerdarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang-Mengarang (Jogjakarta:
UP Indonesia, 197), hlm.4.
10.
Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang
mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga,
atau marga.
Misalnya:
mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga,
atau marga.
Misalnya:
·
B. Ratulangi, S.E.
·
Ny. Khadijah, M.A.
11.
Tanda koma dipakai di muka angka persepuluh atau di antara rupiah dan sen yang
dinyatakan dengan angka.
Misalnya:
Misalnya:
·
12,5 m
·
Rp 12,50 12. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang
sifatnya tidak membatasi.
Misalnya:
·
Guru saya, Pak Ahmad, pandai sekali.
·
Di daerah kami, misalnya, masih banyak orang laki-laki yang makan sirih.
·
Semua siswa, baik yang laki-laki maupun yang perempuan, mengikuti
latihan paduan suara.
Bandingkan dengan keterangan pembatas yang pemakaiannya tidak diapit tanda koma:
Bandingkan dengan keterangan pembatas yang pemakaiannya tidak diapit tanda koma:
·
Semua siswa yang lulus ujian mendaftarkan namanya pada panitia.
13.
Tanda koma dapat dipakai untuk menghindari salah baca, di belakang keterangan
yang terdapat pada awal kalimat.
Misalnya:
Misalnya:
·
Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang
bersungguh-sungguh.
·
Atas bantuan Agus, Karyadi mengucapkan terima kasih.
Nama : Siti Rizky Midana
kelas : XII Ips Unggulan
Subscribe to:
Posts (Atom)