Saturday, 18 April 2015

Jalan Dakwah


pagi ini masih saja disambut dengan gemercik sisa hujan malam tadi..
ternyata langit masih ingin mengucuri nikmatnya kepada penduduk bumi..


deting pesan masih terus berbunyi deras dari grup dakwah milik kami para pengemban dakwah..


Menjadi bagian dari pengembangan dakwah disebuah organisasi mahasiswa adalah sesuatu yang memang tidak pernah direncanakan...
namun nyatanya sudah lebih dari setahun silam saya berkecimpung dijalan dakwah ini dengan banyak perbaikan didalamnya.. Periode lalu menjadi langkah awal bagi saya.
dibawah pimpinan seorang kadiv dan wakadiv, banyak hal dari mereka yang dengan mudahnya saya contoh.. Mereka adalah dua sosok yang menjadi tolak balik dari hijrahnya saya.. Dengan sosok kak raihan sebagai murabbi yang dengan caranya telah banyak membimbing kami dari awal mentoring hingga akhir. Begitu banyak pembelajaran diperiode lalu yang masih terus saya perbaiki hingga kini.


Innalillahi, detik ini saya menggantikan posisi kak raihan. yaa, secara struktural saya memang telah menggantikannya untuk meneruskan dakwah difakultas kami, namun saya menyadari banyak hal dari sosok kak raihan yang tidak mungkin saya miliki sekeras apa pun saya mencoba. Saya yang memang mempunyai pribadi yang berbeda dengan kak raihan, kak raihan dengan bahasa tubuh yang mampu mengayomi banyak anggota sedangkan saya yang masih dinilai banyak orang untuk harus diayomi, ketakutan itu semakin luar biasa hebatnya.. Pada hari-hari awal ketika saya diamanahkan sebagai wakil ketua divisi pengembangan dakwah nyatanya timbul sedikit golakan yang sulit dihindari.. Banyak pertimbangan dan kekhawatiran yang coba saya tela'ah kedepannya.
saya yang seperti ini harus menggantikan posisi kak raihan yang seperti itu? Menjadi beban moral tersendiri untuk menerima tawaran tersebut.
sampai pada akhirnya saya menyadari bahwa amanah tersebut datangnya dari Allah dan Ia mempercayakan kepada pundak mana yang Ia percayai mampu menjalankan.
saya meyakini Allah mempunyai banyak rencana didepan sana untuk saya, dengan sosok yang seperti ini ,Barang kali melalui amanah ini Allah masih terus membimbing saya untuk selalu memperbaiki kualitas diri..






Yaa..bekerja berdampingan dengan seorang kadiv seperti zikri juga menjadi salah satu pertimbangan untuk menerima amanah ini. Saya meyakini ia mampu menjadi partner yang baik. Yaa , meskipun hingga saat ini, peran kak raihan memang tidak pernah hilang, kami masih saja melibatkan kak raihan dalam banyak hal. Kami masih sangat membutukan arahan dan bimbingannya..


Selain semua ini, tidak juga dipungkiri terdapat sosok lain yang nyatanya banyak membimbing saya diawal kepengurusan ini, menjadikan penguat dalam menjalankan dakwah.. :) terimakasih :)


Saya masih terus membutuhkan bimbingan dan arahan semua pihak ..

Siapakah dia?


Malam selalu datang dengan ritmenya sendiri... Sebagai gadis yang enggan dengan keramaian... Malam selalu kuhabiskan dengan gemarku yang kujalani.., kadang kulahap novel terbitan gagasmedia, kadang merengkuh lulut didepan tv dengan cemilan sebagai teman, kadang kucoba menulis, kadang kala kucoba membuat musikalisasi puisi, kadang pula mencoret lembaran-lembaran kosong dengan lambang lambang aneh ...




seperti malam ini ... Lagi lagi menulis adalah penyelamat terbaik untuk menghabiskan malam hingga bertemu ujungnya, sejak berjam-jam yang lalu jemariku berkutat diatas keyboard, mengetik lalu menghapusnya kembali, taukah kalian bahwa penulis amatiran pun butuh beberapa kali revisi untuk mampu memposting sebuah tulisan..
yaaa tapi ini adalah putaran jam kesekian, tanganku sudah mulai melemah namun malam tak juga menyapa pagi.. Ya Tuhan..


ohya, sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu, aku banyak membaca tulisan bagus dari seorang pria.
entahlah, aku malu kala harus menyebutkan cirinya... Tiap cuplikan tulisannya selalu menghasilkan lengkungan kecil diatas daguku, Banyak sekali pertanyaan yg muncul dibenakku tiap kali membaca postingan lelaki itu, bagaimana bisa ia menulis sedalam itu? Bagaimana bisa aku tertarik dengan tulisan tulisan singkatnya dan satu pertanyaan lain ...


 Siapakah wanita yang hidup dalam tulisannya?


siapakah yang menjadi objek setiap tulisan itu?
siapakah dia yang membuat tulisan itu menyampaikan pesan sedalam ini...




batinku terdiam hingga terlelap.. Menanti pagi untuk sebuah jawaban pasti...

Friday, 17 April 2015

Dalam sepi dan sunyi

Hingga hari ini, memikirkan nya selalu coba untuk ku hindari, termasuk memperkirakan apa yang sedang ia fikirkan ....


bagiku, memikirkannya selalu membuat hariku bergoncang, membuat semuanya menjadi tidak biasa..
termasuk detak jantung ini, detak jantung yang tiba-tiba bermain dengan ritme yang cepat, senyum yang tiba-tiba mengembang hebat.
bukankah semua itu akan dimintai pertanggungjawaban dihari esok ?


aku tidak mampu menjelaskan pada Tuhan tentang degup jantungku tiap kali memikirkan sosoknya..
apakah Tuhan mengikhlaskan jantung titipannya kudegupkan dengan ritme yang cepat?




Kalian tau?, Mencintainya kulakukan dengan hati-hati, menantinya kulakukan dalam sepi dan sunyi, layaknya membakar harapan tanpa kobaran api dan sembulan asap...


Sebelum hari ini, aku pernah bermimpi tentang semua ini, menanti dengan tenang dalam sepi dan sunyi..


Yaaa, aku menyadari... aku, dia atau siapapun memang tidak akan mungkin mengetahui ujung dari yang diam-diam sedang kuperjuangkan, dengan medan yang sesulit ini, rintangan yang sedalam ini, tak jarang ragu menjadi musuh bebuyutan.
kerap kali dibalik yakinku terselip ragu yang hampir mematikan, dengan upaya yang tidak sedikit aku memerangi ragu dengan caraku sendiri, cara yang aku yakini mampu mengusirnya pergi...


Jadi, Teruslah bersikap meyakinkan agar ragu itu beranjak menjauh..





Tuesday, 14 April 2015

Menyatukan Doa yang Bernada Sama

Aku haru ketika jatuhku tidak menimbulkan luka..
Ada dekapan yang terasa tanpa lingkaran tangan yang merengkuh, ada genggaman yang hangat tanpa jari yang mengait kuat, ada perasaan tenang tanpa raga yang saling mendekat...
Ku yakini itu semua adalah Do'a ... Doa tanpa henti bahkan spasi...


Tidak ada kata sebagai pengikat, tidak ada tindakan sebagai penguat..


Teruslah berusaha dalam diam... Teruslah membuatku istiqomah dalam menanti ..jika pada akhirnya jodoh bukanlah akhir dari semua doa maka kupahami Dialah sebaik-baik rencana..


Bibirku memang tidak pernah setenang ini dalam berdoa, bahkan kali ini hati tidak mengiba dalam meminta...


kuyakini semesta akan memperlihatkan kehebatannya..


bukankah Dia telah mengumbar janjiNya dalam An-nur 26 ?
" Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)...


Raguku menghilang tiap kali mengingat ayat diatas..
Sadarku mengingat biarlah urusan jodoh menjadi rahasia Tuhan.. Cukuplah Kita menyatukan doa yang bernada sama.. Karena yang aku yakini, Tuhan tidak pernah menulikan telinga untuk mendengar doa hambanya....









Monday, 6 April 2015

To be honest

aku pernah mendengar ini
"tidak semua sedih harus dijelaskan, dan tidak pula semua bahagia mampu diekspresikan"


sejak kemarin, tak henti-hentinya aku membuka setiap ruas isi kepalaku untuk menemukan kalimat-kalimat yang kukira paling tepat untuk menggambarkan semua, menceritakan pada banyak orang satu hal yang membuatku menjadi pasif menulis...


ini adalah draft kepuluhan kali yang nyatanya banyak sekali mengalami revisi..
sejak hari itu , sejak aku menyadari semua, rasanya tidak ada satu kalimat pun yang mampu kutulis pada lembaran ini..


semua terasa rancu ketika kubaca ulang ,
semua ini tentangnya, tentangnya yang sangat sulit kutuangkan dalam tulisan..


pada paragraf ini harusnya aku mampu menceritakan setiap lekuk garis wajahnya..
tapi nyatanya sangat sulit menumpahkan luapan perasaan kedalam lembaran ini.


padahal sebelumnya aku tidak pernah kehilangan kata dan kalimat untuk menceritakan sebuah objek, tapi pada akhirnya pikiranku lumpuh ketika objek itu adalah dirinya...




to be honest, kau adalah objek yang mematikan ide...