Haiiiii.....
salam kenal sebelumnya...
jangan terkejut, kita memang tidak pernah bertemu sebelumnya, kita juga tidak pernah berkenalan sebelumnya, atau bahkan kau bukanlah rentetan orang yang berada dalam list pertemananku atau begitu juga sebaliknya denganmu, tapi semoga kelak kita bisa berteman meski terasa lebih sulit untuk ku..
Apa kabarmu? gimana dengan kuliahmu? bukankah asik menjadi ahli gizi kelak? bagaimana dengan prestasimu? bagaimana dengan sekelilingmu? dengan teman-temanmu difakultas tersebut?
maaf sebelumnya, mungkin bukan aku yang akan melemparkan rentetan pertanyaan tersebut, mungkin saja dia yang teramat penasaran dengan kabarmu , atau bahkan teramat rindu denganmu ...
aku mengenalmu tanpa sengaja dan tanpa kuminta, tiba-tiba saja kau telah hadir dan sempat membuatku susah tidur malam.. tidak, ini bukan salahmu , aku memang selalu begitu kalau sedang gundah dan ini adalah penyakitku
kau adalah sesosok yang beruntung, atau apakah sejak lahir kau selalu diselimuti keberuntungan? hihi..
maaf aku terlihat usil, duduklah tetap diposisi pertamamu, aku tidak akan lebih jauh mencari tahu tentang dirimu, aku bahkan tidak berniat tahu tentangmu..
tentang profile yang sedikit aku tahu itu adalah hal-hal yang sempat ia beritahu kepadaku, kau sempat masuk dan menyelinap kedalam perbincangan kami sore itu..
kau yang jauh disana.. yang sosoknya selalu dirindukan lelaki itu.. ku yakin kau adalah perempuan yang baik, perempuan untuk laki-laki yang baik...
terus saja perbaiki dirimu, karena setahu ku dibelahan bumi bagian utara ini ada sesosok yang sedang dengan tenangnya terus memantaskan diri untukmu
apakah kalian selalu bertukar kabar? apakah iya? seharusnya iya, karena dia selalu sumringah setiap harinya, aku yakin kaulah satu-satunya penyebab senyum tipis itu meluncur sepanjang hari...
bagaimana dengan teman kuliahmu? apakah kau sedang tertarik dengan lelaki lain? Jangan Lakukan Itu! karena sepengetahuanku dirinya disini tidak sedikit pun menolehkan matanya kepada wanita lain, dia seperti meletakkan harapan besar kepadamu, percayalah mungkin dia tengah menunggumu....
kali ini, bolehkah aku mengatakan sesuatu, mengatakan yang telah mengendap cukup lama, mengatakan yang tabuh...begini ........
lelaki yang lebih dulu mengenalmu itu kini adalah temanku, dia tidak banyak menceritakan tentang dirimu, namun dibeberapa kali kesempatan dia selalu saja menyisipkan atribut namamu ketelingaku..
aku tidak kecewa dan tidak selayaknya untuk kecewa, kalin sudah lebih dulu bertukar kisah , kau sudah lebih dulu menikmati senyumnya, kau sudah lebih dulu menikmati candaannya serta perhatian transparannya barangkali..
kini....aku terlanjur meletakkan hatiku didepan pintu hatinya, aku terlanjur terperosok dan susah untuk walkout dari sini..aku harus bagaimana?
maaf aku dengan lancangnya bercerita denganmu, abaikan saja beberapa keluhanku diatas hihi..
malam sudah semakin larut, aku masih saja memikirkan tentangnya, tentang yang merindukanmu..
sudahlah, aku mulai tidak lancar untuk menulis, ada yang jatuh didasar pipi , ada yang mengalir deras tanpa penghalang, maaf kini aku harus menyeka dengan cepat air yang jatuh..
sebelumnya maaf menjadikanmu objek untuk tulisan ini, maaf aku tidak pamitan sebelumnya..
terimakasih perempuan baik :)
ssssssttt, tutup saja mulut mu, aku tidak ingin dia tau tentang perbincangan kita barusan...
Menulislah, karena wanita tak harus pandai bernyanyi... bukankah suara juga aurat?
Tuesday, 13 January 2015
Jarak tanpa Penjelasan
Bissmilahirrahmanirrahim
Jarak....
bukankah jarak adalah penguji untuk mereka yang benar-benar sedang menunggu untuk dipertemukan/?
bukankah jarak yang akan menjawab akhir dari penantianmu?
bukankah jarak yang akan semakin mendekatkan mu denganNya? agar kau meminta dan terus meminta?
bukankah jarak adalah spasi yang indah untuk menjadi penyambung kita sebelum waktunya tiba?
bukankah jarak akan menjadi penghias bagi mereka yang dipisahkan untuk beberapa waktu?
bukankah jarak yang akan menjadikan mu mengerti makna kedekatan?
bukankah jarak yang menjadikan mu lebih Istiqomah?
Jarak itukah yang kau maksud????
Bukan kah jarak adalah sesuatu yang indah? bagaimana menurutmu?
coba jelaskan padaku bagaimana kau dapat membaca tulisanku bila tak satupun penggalan kata kusisipkan jarak? bagaimana menurutmu bila rentetan kendaraan dijalan raya tidak berjarak? bagaimana jika tanah dan bumi ternyata harus berdempetan? bagaimana jika diatas sana ribuan bintang saling berdekatan? bukankah kumpulan bintang itu hanya akan menjadi cahaya yang hanya besar jika dilihat dari bumi ini? lantas, dimana letak keindahannya? bagaimana cara kau berusaha menghitungnya lagi?
Aku sulit menjelaskan bagaimana jika bumi dan tanah akan menyatu? apakah kita akan sama-sama terhimpit diantaranya?
terimakasih jarak, terimakasih untuk keadaan yang tiba-tiba berjarak tanpa penjelasan ..
terimakasih untuk mengajarkanku lebih istiqomah..
Jarak....
bukankah jarak adalah penguji untuk mereka yang benar-benar sedang menunggu untuk dipertemukan/?
bukankah jarak yang akan menjawab akhir dari penantianmu?
bukankah jarak yang akan semakin mendekatkan mu denganNya? agar kau meminta dan terus meminta?
bukankah jarak adalah spasi yang indah untuk menjadi penyambung kita sebelum waktunya tiba?
bukankah jarak akan menjadi penghias bagi mereka yang dipisahkan untuk beberapa waktu?
bukankah jarak yang akan menjadikan mu mengerti makna kedekatan?
bukankah jarak yang menjadikan mu lebih Istiqomah?
Jarak itukah yang kau maksud????
Bukan kah jarak adalah sesuatu yang indah? bagaimana menurutmu?
coba jelaskan padaku bagaimana kau dapat membaca tulisanku bila tak satupun penggalan kata kusisipkan jarak? bagaimana menurutmu bila rentetan kendaraan dijalan raya tidak berjarak? bagaimana jika tanah dan bumi ternyata harus berdempetan? bagaimana jika diatas sana ribuan bintang saling berdekatan? bukankah kumpulan bintang itu hanya akan menjadi cahaya yang hanya besar jika dilihat dari bumi ini? lantas, dimana letak keindahannya? bagaimana cara kau berusaha menghitungnya lagi?
Aku sulit menjelaskan bagaimana jika bumi dan tanah akan menyatu? apakah kita akan sama-sama terhimpit diantaranya?
terimakasih jarak, terimakasih untuk keadaan yang tiba-tiba berjarak tanpa penjelasan ..
terimakasih untuk mengajarkanku lebih istiqomah..
Monday, 12 January 2015
Oppa-Oppa
Assalamualikum banggggggg...
maaf tulisan ini bukan untuk abang atau abang yang itu atau abang yang lain ... ini sih tulisan yang gak ada subjeknya maksudnya subjeknya gak jelas gitu..
kebetulan malam ini lagi random banget, gak tau harus ngapain, padahal besok itu uas humaniter sama han , tadi udah sempet ngebuka-buka humaniter sih sekelak tapi tau sendirilah selama semester ini aku selalu gagal fokus, yaudah gitulah kira-kira...
mau share pengalaman tentang kegagalan ku yang berulang-ulang ngadepin abang-abang...
jadi, sebenarnya aku punya penyakit yang hampir kronis, ntahlah kadang penyakit itu bisa kritis tiba-tiba "phobia oppa-oppa"
abang-abang itu selalu buat kita jadi dibawah kontrol, kadang-kadang bisa begitu bego dan kaya gak ngerti apa-apa, terus abang-abang itu bikin kita nyaman... Sial!
jadi gini, beberapa kali aku selalu siapin amunisi dan pasang pengaman andalan kalo udah intens sama abang-abang...
abang-abang itu bisa buat kita yang awalnya gak respon malah jadi kecarian..
jadi kemarin itu pernah ada kejadian gitu, aku ini tadi sok lah yakan mau jadi perempuan misterius , sok apatis dan ngerasa abang itu memang gak punya daya tarik, terus pada akhirnya abang itu kabur tanpa jejak (gak pake selop sih) hilang gitu aja , yang tadinya awak sok-sok keren pada akhirnya kelimpungan juga .. yang tadinya mau bikin penasaran pada akhirnya mati penasaran sendiri .. tapi mau gimana , aku tadi perempuan gak mungkin lah ngejar-ngejar ... selo aja kalo jodoh pasti kembali dan kalo gak jodoh mungkin aja balik lagi.. (stop)
jadikan , pada akhirnya kalo lagi berhadapan sama abang-abang itu memang susah, dia layaknya tau apa yang kita rasakan , jadi keknya walaupun kita jual mahal mereka justru pake bandrol .... mereka itu kaya tau sebenernya mau kita apa...kita itu kayak ngadalin buaya tau gak sih .. mereka yang lebih punya pengalaman pasti tau gimana ngadepin kita .. meskipun gak pake respon, meskipun kita nunjukin kalo kita gak interest sama mereka pada dasarnya kita bakal kelimpungan..
habis cerita ...
tiba-tiba mood untuk buka buku han ada lagi, bentar yaaa belajar dulu sekelak .. bentar aja kalo udah bosen aku balik lagi ...
Wassalamualaikum
dari yang sedang uas
maaf tulisan ini bukan untuk abang atau abang yang itu atau abang yang lain ... ini sih tulisan yang gak ada subjeknya maksudnya subjeknya gak jelas gitu..
kebetulan malam ini lagi random banget, gak tau harus ngapain, padahal besok itu uas humaniter sama han , tadi udah sempet ngebuka-buka humaniter sih sekelak tapi tau sendirilah selama semester ini aku selalu gagal fokus, yaudah gitulah kira-kira...
mau share pengalaman tentang kegagalan ku yang berulang-ulang ngadepin abang-abang...
jadi, sebenarnya aku punya penyakit yang hampir kronis, ntahlah kadang penyakit itu bisa kritis tiba-tiba "phobia oppa-oppa"
abang-abang itu selalu buat kita jadi dibawah kontrol, kadang-kadang bisa begitu bego dan kaya gak ngerti apa-apa, terus abang-abang itu bikin kita nyaman... Sial!
jadi gini, beberapa kali aku selalu siapin amunisi dan pasang pengaman andalan kalo udah intens sama abang-abang...
abang-abang itu bisa buat kita yang awalnya gak respon malah jadi kecarian..
jadi kemarin itu pernah ada kejadian gitu, aku ini tadi sok lah yakan mau jadi perempuan misterius , sok apatis dan ngerasa abang itu memang gak punya daya tarik, terus pada akhirnya abang itu kabur tanpa jejak (gak pake selop sih) hilang gitu aja , yang tadinya awak sok-sok keren pada akhirnya kelimpungan juga .. yang tadinya mau bikin penasaran pada akhirnya mati penasaran sendiri .. tapi mau gimana , aku tadi perempuan gak mungkin lah ngejar-ngejar ... selo aja kalo jodoh pasti kembali dan kalo gak jodoh mungkin aja balik lagi.. (stop)
jadikan , pada akhirnya kalo lagi berhadapan sama abang-abang itu memang susah, dia layaknya tau apa yang kita rasakan , jadi keknya walaupun kita jual mahal mereka justru pake bandrol .... mereka itu kaya tau sebenernya mau kita apa...kita itu kayak ngadalin buaya tau gak sih .. mereka yang lebih punya pengalaman pasti tau gimana ngadepin kita .. meskipun gak pake respon, meskipun kita nunjukin kalo kita gak interest sama mereka pada dasarnya kita bakal kelimpungan..
habis cerita ...
tiba-tiba mood untuk buka buku han ada lagi, bentar yaaa belajar dulu sekelak .. bentar aja kalo udah bosen aku balik lagi ...
Wassalamualaikum
dari yang sedang uas
Saturday, 10 January 2015
Pertanyaan tanpa Jawaban
Aku tidak tahu apa yang sedang dipersiapkan Tuhan untukku..
apa yang akan ia gariskan untukku, karena dengan beberapa peristiwa yang Ia hadirkan aku sendiri justru tidak mampu menyimpulkan..
aku memang tidak pernah tahu apa keinginan Tuhan terhadap diriku , apa yang akan Tuhan hadirkan untukku..
ketika dengan tiba-tiba Ia menarik yang selama ini menjadi penyemangat, ketika dengan caranya ia menghadirkan sesosok yang lainnya, yang membawa cerita baru.. tapi aku justru tidak mampu menoleh kearah yang lain, aku masih saja memandangi dirimu walau hanya sebidang punggung dan dari jarak yang sangat jauh..
Siapa yang menciptakan tembok ini?, siapa yang membangun tembok yang seolah begitu kokoh ini?..
kaukah yang menghadirkan jarak untuk ku? untuk apa? bukankah selama ini kita juga tidak begitu dekat?
atau jarak ini adalah semu? aku saja yang merasa?
pertanyaan itu tidak perlu kau jawab, cukuplah kau jawab untuk dirimu saja... akulah yang akan mencari tau dengan caraku..
atau aku bisa saja menyerahkan nya kepada waktu, karena waktu adalah Jawaban atas semua pertanyaan ..
saatnya untukku menata yang akhir-akhir ini sempat berantakan, menata yang kemarin sempat kita rapikan bersama....bukan, bukan kau yang membuatnya berantakan kembali, akulah yang sebenarnya tidak mampu mempertahankannya..
kini aku sangat sibuk, sibuk menyeka air yang jatuh dari bola mata, begitulah...ini adalah resiko untukku, untukku yang tidak mampu mengontrol diri, ini semacam hukuman yang harus kuterima..
sudahlah, tidak ada hal yang harus segera kulakukan selain menyudahi tulisan ini..
menyudahi yang tidak harus dimulai ...
terimakasih pagi yang teramat gelap..
apa yang akan ia gariskan untukku, karena dengan beberapa peristiwa yang Ia hadirkan aku sendiri justru tidak mampu menyimpulkan..
aku memang tidak pernah tahu apa keinginan Tuhan terhadap diriku , apa yang akan Tuhan hadirkan untukku..
ketika dengan tiba-tiba Ia menarik yang selama ini menjadi penyemangat, ketika dengan caranya ia menghadirkan sesosok yang lainnya, yang membawa cerita baru.. tapi aku justru tidak mampu menoleh kearah yang lain, aku masih saja memandangi dirimu walau hanya sebidang punggung dan dari jarak yang sangat jauh..
Siapa yang menciptakan tembok ini?, siapa yang membangun tembok yang seolah begitu kokoh ini?..
kaukah yang menghadirkan jarak untuk ku? untuk apa? bukankah selama ini kita juga tidak begitu dekat?
atau jarak ini adalah semu? aku saja yang merasa?
pertanyaan itu tidak perlu kau jawab, cukuplah kau jawab untuk dirimu saja... akulah yang akan mencari tau dengan caraku..
atau aku bisa saja menyerahkan nya kepada waktu, karena waktu adalah Jawaban atas semua pertanyaan ..
saatnya untukku menata yang akhir-akhir ini sempat berantakan, menata yang kemarin sempat kita rapikan bersama....bukan, bukan kau yang membuatnya berantakan kembali, akulah yang sebenarnya tidak mampu mempertahankannya..
kini aku sangat sibuk, sibuk menyeka air yang jatuh dari bola mata, begitulah...ini adalah resiko untukku, untukku yang tidak mampu mengontrol diri, ini semacam hukuman yang harus kuterima..
sudahlah, tidak ada hal yang harus segera kulakukan selain menyudahi tulisan ini..
menyudahi yang tidak harus dimulai ...
terimakasih pagi yang teramat gelap..
Friday, 9 January 2015
Friendship
Aku menulis ini teruntuku mu yang ramah-tamah...
Pena ini bergerak semaunya
kemudian berjalan sesuai alurnya..
tinta ini tak pernah tahu diri, berani-beraninya ia menuliskan tentang dirimu..
berani-beraninya ia dengan lancar menggambarkan perasaan ini..
Untukmu yang tanpa sengaja kukagumi...
maafkan kelancangan egoku yang mengagumi pribadimu..
maafkan kekeras kepalaanku yang masih tidak ingin lepas dari keadaan ini...
dirimu begitu mudah untuk dikagumi..
bolehkan ku akui?
kini mungkin aku salah satu yang terperosok teramat dalam karena keramah-tamahanmu..
padahal aku menyadari betul sikap seperti itu hanyalah hal-hal yang mendasar
yang justru aku yakin kau melakukannya dengan pihak-pihak lain.....
entahlahhhh...
untukmu yang secara tiba-tiba ku cintai...
berhentilah membuatku semakin susah menatap titik bola matamu,
berhentilah membuat jantungku bekerja melebihi porsinya..
berhentilah membuatku terkagum-kagum..
maaf, aku terlalu perempuan..
aku terlalu lemah untuk mengontrol diri...
maafkan jika kau dengan mudah menangkap apa yang terpancar dibola mataku..
maaf jika aku tidak mampu menyembunyikan yang seharusnya tidak pernah ada...
tetaplah kita berteman baik...
jika ini terasa sangat mengganggu mu ,
boleh saja kau berusaha membantuku menghilangkan noda ini..
noda pada bagian dalam yang sempit..
aku tidak tau bagaimana mengakhiri tulisan ini,
bagaimana caraku berhenti menuliskan tentang dirimu lagi...
bait-bait diatas kutulis secara sadar..
kutulis saat aku tiba-tiba merindukanmu....
kutulis dengan sangat serius dan ditemani dentingan jarum jam..
Divisi Pengembangan Dakwah
Alhamdulillah kita ketemu lagi sama Jum'at yang InsyaAllah diberkahi Allah SWT....amin
Oke, rutinitas yang selalu kita jalani tetaplah harus kita lewati dan kali ini Divisi Keputrian BTM Aladdinsyah S,H membuka wadah sebesar-besarnya untuk kita semua berkreatifitas...
uyeeeeeeeeeeeeaaaaaaaaaaaaaahhhhhhh...
Kami dari divisi pengembangan dakwah tentu menampilkan sesuatu hal yang tidak jauh berbeda dari apa yang kami lakukan dan insyaAllah juga harus kita sama sama lakukan...
Dikesempatan kali ini kami menghadiahkan untuk para peserta Keputrian suatu materi mengenai "Pacaran"
Materi kali ini disampaikan oleh adinda Amiroh Zatil Ulya dari stambuk 2014, kemampuannya menyampaikan materi sudah tidak diragukan lagi, saya hampir 'iri' dan tentunya ingin bisa mengimbangi caranya berdakwah didepan publik, sangat luwes dan friendly....
Telinga ku sudah sering sekali mendengar kajian mengenai pacaran, tentu ditelinga teman-teman pun begitu adanya, bahkan dibeberapa kali saat divisi keputrian mengadakan pengajian keputrian tak jarang mengangkat tema ini... tema yang menarik dan sekaligus sangat dekat dengan kita yang tak khatam-khatamnya menyudahi tradisi pacaran (astaghfirullah)..
saya pribadi selalu tertarik dengan materi ini, dalam penyampaiannya tadi beberapa penggalan kalimat yang masih hangat terdengar yaitu "wanita lebih anggun untuk menunggu" , saya sendiri sempat berkaca untuk sekedar menelik kedalam pribadi saya sendiri, apakah yang saya lakukan adalah sedang menunggu atau mengharap?
satu hal yang akan saya sampaikan pada tulisan kali ini, menunggu dan mengharap adalah dua kata yang berbeda, berbeda maksud dan berbeda tujuan ...
untuk sekedar menunggu, kita tak harus meronta-ronta, meminta-minta dipersatukan dan dijodohkan ...
belajarlah menunggu dengan cara yang berkelas, menunggu dan tetap istiqomah kepadaNya..
menunggu untuk orang yang tepat, ditempat yang tepat dan pada waktu yang tepat maka menunggu menjadi sangat indah untuk orang-orang yang bersabar dalam penantiannya...
bagaimana dengan mengharap? mengaharap kerap kali menimbulkan kekecewaan kepada-Nya...yang kumaksudkan disini adalah bagaimana ketika harapanmu lari jauh dari yang digariskan Allah? bagaimana jika skenario yang Allah telah siapkan untukmu ternyata berbandik 180 drajat dari yang kau impi-impikan. alhasil hanya pemberontakan kepada allah yang kita lakukan, kita menganggap Allah lah sitersalah dalam hal ini, sungguh aku pun pernah melakukan itu.
hampir mencapai ujung materi , ami mempersilahkan saya menyampaikan beberapa penggal puisi , entahlah.... puisi yang sepantasnya disampaikan oleh orang yang lebih pantas, puisi yang aku sendiri tidak tau darimana datangnya, puisi yang menyita semua fikiranku untuk mampu melahap habis-habis tiap baitnya, puisi yang mereka katakan begitu menyentuh, sudahlah lupakan tentang puisi dan pembaca nya, yang terpenting adalah pesan didalamnya, untuk kalian dan untukku...
Udahlah yaaa, makasih wifi dan pendopo fh usu..
wassalamualaikum ;;)
Oke, rutinitas yang selalu kita jalani tetaplah harus kita lewati dan kali ini Divisi Keputrian BTM Aladdinsyah S,H membuka wadah sebesar-besarnya untuk kita semua berkreatifitas...
uyeeeeeeeeeeeeaaaaaaaaaaaaaahhhhhhh...
Kami dari divisi pengembangan dakwah tentu menampilkan sesuatu hal yang tidak jauh berbeda dari apa yang kami lakukan dan insyaAllah juga harus kita sama sama lakukan...
Dikesempatan kali ini kami menghadiahkan untuk para peserta Keputrian suatu materi mengenai "Pacaran"
Materi kali ini disampaikan oleh adinda Amiroh Zatil Ulya dari stambuk 2014, kemampuannya menyampaikan materi sudah tidak diragukan lagi, saya hampir 'iri' dan tentunya ingin bisa mengimbangi caranya berdakwah didepan publik, sangat luwes dan friendly....
Telinga ku sudah sering sekali mendengar kajian mengenai pacaran, tentu ditelinga teman-teman pun begitu adanya, bahkan dibeberapa kali saat divisi keputrian mengadakan pengajian keputrian tak jarang mengangkat tema ini... tema yang menarik dan sekaligus sangat dekat dengan kita yang tak khatam-khatamnya menyudahi tradisi pacaran (astaghfirullah)..
saya pribadi selalu tertarik dengan materi ini, dalam penyampaiannya tadi beberapa penggalan kalimat yang masih hangat terdengar yaitu "wanita lebih anggun untuk menunggu" , saya sendiri sempat berkaca untuk sekedar menelik kedalam pribadi saya sendiri, apakah yang saya lakukan adalah sedang menunggu atau mengharap?
satu hal yang akan saya sampaikan pada tulisan kali ini, menunggu dan mengharap adalah dua kata yang berbeda, berbeda maksud dan berbeda tujuan ...
untuk sekedar menunggu, kita tak harus meronta-ronta, meminta-minta dipersatukan dan dijodohkan ...
belajarlah menunggu dengan cara yang berkelas, menunggu dan tetap istiqomah kepadaNya..
menunggu untuk orang yang tepat, ditempat yang tepat dan pada waktu yang tepat maka menunggu menjadi sangat indah untuk orang-orang yang bersabar dalam penantiannya...
bagaimana dengan mengharap? mengaharap kerap kali menimbulkan kekecewaan kepada-Nya...yang kumaksudkan disini adalah bagaimana ketika harapanmu lari jauh dari yang digariskan Allah? bagaimana jika skenario yang Allah telah siapkan untukmu ternyata berbandik 180 drajat dari yang kau impi-impikan. alhasil hanya pemberontakan kepada allah yang kita lakukan, kita menganggap Allah lah sitersalah dalam hal ini, sungguh aku pun pernah melakukan itu.
hampir mencapai ujung materi , ami mempersilahkan saya menyampaikan beberapa penggal puisi , entahlah.... puisi yang sepantasnya disampaikan oleh orang yang lebih pantas, puisi yang aku sendiri tidak tau darimana datangnya, puisi yang menyita semua fikiranku untuk mampu melahap habis-habis tiap baitnya, puisi yang mereka katakan begitu menyentuh, sudahlah lupakan tentang puisi dan pembaca nya, yang terpenting adalah pesan didalamnya, untuk kalian dan untukku...
Udahlah yaaa, makasih wifi dan pendopo fh usu..
wassalamualaikum ;;)
Wednesday, 7 January 2015
Coretan tanpa pena
maaf aku harus memulai tulisan kali ini dengan 'entah'
entah bagaimana aku menjelaskan perasaanku saat ini, perasaan yang jelas-jelas tidak layak untuk diperjuangkan, perasaan yang barangkali lebih pantas dimusnahkan.
tidak seorang pun patut tahu bagaimana aku mencintaimu dengan tenang ... Entahlah , mencintai diam-diam membuatku harus mampu menulis, jatuh cinta membuatku terlatih mengetik.Karena hanya dengan menulis segala yang ingin dikatakan seolah telah tersampaikan ketelingamu, menulis membuatku rileks menyampaikan apapun. Jadi jika kau ingin tahu bagaimana aku mencintaimu, sisakan saja waktumu untuk melihat tulisan-tulisanku (jangan, aku hanya bercanda)
Sebelumnya aku harus melayangkan surat permohonan maaf teruntuk kamu yang telah kujadikan objek tulisanku yang masih amatiran ini, maaf aku tidak pernah izin sebelumnya, percayalah apapun yang kutulis tentangmu hanya sebatas keinginanku untuk menuliskannya bukan berharap kau membacanya .
Dan maaf jika kalimat-kalimat ku terhitung hiperbola dan terlihat tidak pantas...
Aku tidak pernah yakin dan percaya kau akan melihat tulisan-tulisan standart ku , maka layaknya masa remaja nenekku, aku ingin sekali menggantungkan harapan kepada merpati-merpati putih agaknya dia mampu membawa jauh perasaan yang telah lama menginap dihatiku, entah untuk menyampaikan padamu atau menerbangkannya keruang angkasa dan perlahan musnah bersama angin atau dihantam hebat kendaaran udara...
Mencintaimu membuatku sering kali bercerita denganNya, jika kau ingin tahu tanyakan saja padaNya tentang kisahku yang kuceritakan diam-diam, tetapi kuharap ia tidak menjawab pertanyaan-pertanyaanmu karena aku tau Ia yang paling mampu menjaga rahasia ..
bahkan saat ini aku takut, takut kalau Dia tiba-tiba bosan dan menolak mendengarkan ceritaku. bagaimana tidak, selain bercerita aku kerap kali memaksa untuk dikabulkan , betapa ego dan tidak sabarnya aku dihadapanNya. Prihal doa yang selalu kupertanyakan padaNya adalah akan bermuara ketepi mana perasaan yang kupunya? Tidak jarang aku hilang kontrol terhadap perasaanku, tak jarang aku sebagai pemegang kendali justru melepaskan tali, bahkan seringkali nahkoda sepertiku justru terbawa arus...
sudahlah, aku mau masuk, mau kuliah prof Yamin, jam 11 sih tapi rasanya ingin tidur lagi
Wassaamualaikum
entah bagaimana aku menjelaskan perasaanku saat ini, perasaan yang jelas-jelas tidak layak untuk diperjuangkan, perasaan yang barangkali lebih pantas dimusnahkan.
tidak seorang pun patut tahu bagaimana aku mencintaimu dengan tenang ... Entahlah , mencintai diam-diam membuatku harus mampu menulis, jatuh cinta membuatku terlatih mengetik.Karena hanya dengan menulis segala yang ingin dikatakan seolah telah tersampaikan ketelingamu, menulis membuatku rileks menyampaikan apapun. Jadi jika kau ingin tahu bagaimana aku mencintaimu, sisakan saja waktumu untuk melihat tulisan-tulisanku (jangan, aku hanya bercanda)
Sebelumnya aku harus melayangkan surat permohonan maaf teruntuk kamu yang telah kujadikan objek tulisanku yang masih amatiran ini, maaf aku tidak pernah izin sebelumnya, percayalah apapun yang kutulis tentangmu hanya sebatas keinginanku untuk menuliskannya bukan berharap kau membacanya .
Dan maaf jika kalimat-kalimat ku terhitung hiperbola dan terlihat tidak pantas...
Aku tidak pernah yakin dan percaya kau akan melihat tulisan-tulisan standart ku , maka layaknya masa remaja nenekku, aku ingin sekali menggantungkan harapan kepada merpati-merpati putih agaknya dia mampu membawa jauh perasaan yang telah lama menginap dihatiku, entah untuk menyampaikan padamu atau menerbangkannya keruang angkasa dan perlahan musnah bersama angin atau dihantam hebat kendaaran udara...
Mencintaimu membuatku sering kali bercerita denganNya, jika kau ingin tahu tanyakan saja padaNya tentang kisahku yang kuceritakan diam-diam, tetapi kuharap ia tidak menjawab pertanyaan-pertanyaanmu karena aku tau Ia yang paling mampu menjaga rahasia ..
bahkan saat ini aku takut, takut kalau Dia tiba-tiba bosan dan menolak mendengarkan ceritaku. bagaimana tidak, selain bercerita aku kerap kali memaksa untuk dikabulkan , betapa ego dan tidak sabarnya aku dihadapanNya. Prihal doa yang selalu kupertanyakan padaNya adalah akan bermuara ketepi mana perasaan yang kupunya? Tidak jarang aku hilang kontrol terhadap perasaanku, tak jarang aku sebagai pemegang kendali justru melepaskan tali, bahkan seringkali nahkoda sepertiku justru terbawa arus...
sudahlah, aku mau masuk, mau kuliah prof Yamin, jam 11 sih tapi rasanya ingin tidur lagi
Wassaamualaikum
Tragedi di Kebun Teh
Tragedi? barangkali iya...
apapun yang terjadi, semanis apa pun kejadian dikebun teh saat itu tapi aku selalu memikirkan kepahitan dari daun teh tanpa gula... (intermezzo)
baiklah, aku sendiri yang akan menjawab, pertama-tama tentu dengan sangat tidak sadar dan berada dibawah alam sadarku sendiri serta mungkin saja aku khilaf , aku yakin pada saat itu bentuk muka ku seketika jadi aneh, maksudku raut wajah. muka bego, muka o'on atau mungkin wajah yang gak ada apa-apanya ini semakin menjadi tidak ada apa-apanya setelah berubah bentuk menjadi trapesium :(
yah begitulah mungkin , aku yakin siapapun akan ilfeel melihat itu..
entahlah, aku selalu merasa begitu, soalnya kalo lagi diem dan tebodoh ya memang gitu mendadak makin ugly (hem) saat itu, mereka tidak harus tau gimana posisi alis, kelopak mata, mulut, pipi, daguku dan yang kelihatan lainnya.
rasanya, aku menyesali ketidak elegantan ku saat itu...
rasanya aku ingin menggunakan tombol skip untuk melewati tragedi saat itu (yeeeah)
Sudahlah, tragedi itu gak ada apa-apanya dibandingkan tragedi-tragedi kita... kita???? siapa????
yaudahlah, rasanya aku enggan menceritakan tentang ini, jari ini tidak semahir biasanya, ketika menceritakan tentang dirimu. Aku memang tidak profesional, aku memang terlalu wanita ..
pada intinya menceritakan tentang dirimu selalu membuatku semangat menulis =)
END
apapun yang terjadi, semanis apa pun kejadian dikebun teh saat itu tapi aku selalu memikirkan kepahitan dari daun teh tanpa gula... (intermezzo)
"Please Your Contact"
menurutmu bagaimana jika kalimat itu menyergapmu dengan tiba-tiba? seorang pria yang lebih dewasa menyodorkan tulisan sperti itu di handsscone yang melekat ditangan kirinya?baiklah, aku sendiri yang akan menjawab, pertama-tama tentu dengan sangat tidak sadar dan berada dibawah alam sadarku sendiri serta mungkin saja aku khilaf , aku yakin pada saat itu bentuk muka ku seketika jadi aneh, maksudku raut wajah. muka bego, muka o'on atau mungkin wajah yang gak ada apa-apanya ini semakin menjadi tidak ada apa-apanya setelah berubah bentuk menjadi trapesium :(
yah begitulah mungkin , aku yakin siapapun akan ilfeel melihat itu..
entahlah, aku selalu merasa begitu, soalnya kalo lagi diem dan tebodoh ya memang gitu mendadak makin ugly (hem) saat itu, mereka tidak harus tau gimana posisi alis, kelopak mata, mulut, pipi, daguku dan yang kelihatan lainnya.
rasanya, aku menyesali ketidak elegantan ku saat itu...
rasanya aku ingin menggunakan tombol skip untuk melewati tragedi saat itu (yeeeah)
Sudahlah, tragedi itu gak ada apa-apanya dibandingkan tragedi-tragedi kita... kita???? siapa????
yaudahlah, rasanya aku enggan menceritakan tentang ini, jari ini tidak semahir biasanya, ketika menceritakan tentang dirimu. Aku memang tidak profesional, aku memang terlalu wanita ..
pada intinya menceritakan tentang dirimu selalu membuatku semangat menulis =)
END
Not Quote
"Semoga kita sama-sama diberi kemudahan untuk mendapatkan yang sedang diperjuangkan.."
"Semua yang kamu lakukan tidak ada yang tertangkap biasa dimataku, entahlah mungkin terjadi kesalahan pada sistemnya.."
"Sadar yang paling sakit adalah sadar kalau kau bukanlah yang special dihadapannya, bahwa kedekatan kalian belum dapat dikategorikan pendekatan, maka kalian belum harus saling menanyakan tentang perasaan.. "
"Semua penantian menginginkan pemberhentian..."
"Aku telah siap jika pada akhirnya kita tidak berjodoh, bahkan sepasang gaun kebaya telah siap ku kenakan dihari pernikahanmu kelak"
"Tuhan tidak menyebut pertemuan adalah sebuah kebetulan, bahwa beberapa pertemuan bisa saja berujung pada pernikahan"
"Prihal doa yang selalu kupinta adalah semoga kita berada digaris jodoh yang sama"
"Tuhan mempertemukan untuk beberapa alasan, kita tidak berhak menerka-nerka tujuanNya, memintalah agar tujuanNya sesuai dengan harapanmu"
"Sebuah doa sederhana yang kau minta berulang-ulang akan diperhitungkan oleh Tuhanmu"
"Untuk pertanyaan yang selalu kulemparkan kepadaNya adalah bagaimana ia memisahkan kita kelak?"
"Beberapa hal yang selalu kupertanyakan padaNya adalah akan bermuara kemana perasaan yang ku punya?"
"Tidak seorang pun yang dapat menjamin dirimu adalah jodohku, meskipun kita begitu dekat saat ini'
"Sebuah pertemanan yang terlalu dekat selalu menghasilkan rasa sayang, pandai-pandailah menerjemahkannya"
"Kau tahu bagaimana rasanya jadi orang ketiga? Ditudah sebagai benalu, namun menjadi yang paling menangis pilu"
"Meniadakan yang ada adalah persoalan menyembunyikan yang orang lain tidak perlu tahu"
'Aku khawatir karena kau adalah temanku, bukan karena rasa suka, meskipun rasa itu memang ada"
"Bahwa menyukai teman dekat adalah layaknya menimbun perasaan dengan tumpukan suka yang kian hari semakin terasa sesak"
"Bertarung dengan seseorang yang lebih dulu ada dihidupmu adalah pertarungan yang rumit, layaknya menggeser bangunan dengan pondasi baja.."
"Alangkah sulitnya menebak yang orang lain fikirkan, ketika kau bukanlah seorang peramal"
"Digaleriku hanya ada kenangan dan yang akan menjadi kenangan , kaukah bagian dari keduannya?"
"Berkatalah apabila telah ada seseorang yang mendiami hatimu, maka aku akan mundur, tapi jika begini, aku sendiri tidak dapat menetralisir egoku .."
"Setiap galeri selalu punya cerita, entah itu fotomu dengannya, moment dengannya atau bahkan rentetan screenshoot yang menceritakan sesuatu.."
"Sebagai yang tidak berhak marah, aku cukup diam melihat adegan ini.."
"Dengan beberapa kesalahan yang mudah kumaafkan , bukankah itu jawaban untuk perasaan yang selalu kau pertanyaan .."
"Libatkan Allah untuk semua permintaan yang menurutmu sulit terkabulkan"
"Untuk beberapa keinginan yang tidak Allah kabulkan bisa jadi adalah keinginan yang tidak baik untukmu..."
"Manusia bukanlah makhluk yang bisa diandalkan konsistensinya.".
"Pertemuanmu dengan jodoh tidak pernah terprediksi, ada yang telah lama bercanda denganmu, menghabiskan waktu tak penting namun pada akhirnya berjodoh dengan yang baru saja kau kenal.."
"Aku tidak percaya pada cinta pandangan pertama, bagaimana mereka bisa jatuh cinta secepat itu/"
"Berberapa temanmu bercerita untuk membagi beban, bukan meminta saran.. posisikan dirimu sebaik-baiknya."
"Menyukai teman sendiri bukanlah sebuah kesalahan, aku tau bagaimana sulitnya usahamu menghempaskan perasaan yang seharusnya tidak pernah ada.."
"Allah selalu menyarankan untuk meminta padaNya, lalu mengapa kau tidak berserah ketika usahamu sudah diujung batas kemampuan?"
"Aku pernah berada diposisi ini, menyukai orang yang sama dengan temanmu, ketika itu keadaan menjadi dingin seperti kutub, tidak satu mulut pun yang terbuka, semua terkatub, enah siapa yang harus dipersalahkan, namun setelah melewati kekejaman bisu tanpa suara akhirnya seorang dewasa membuka mulut dan berusaha mencairkan yang telah beku..bahwa merasa bersalah namun diam bukanlah sebuah jalan"
"Menutupi yang terpancar melalui bola mata adalah tugasku yang tak pernah selesai.."
"Alangkah bijaknya seseorang yang menunggu dengan memfokuskan diri mendekatiNya"
"Ada hal-hal baik yang bisa kau lakukan sembari menanti , misalnya menyiapkan rentetan agenda yang akan kau lakukan dengannya ketika penantianmu telah usai.."
"Menanti akan butuh energi apabila kau melakukannya dengan mengantongi harapan yang tidak sedikit.."
"Harapan yang sedikit akan menjadi penyemangat dalam menanti, sedangkan harapan yang berlebihan akan menenggelamkanmu.."
"Waktu akan memberi kabar baik untukmu, maka berbaik-baiklah pada waktu, membuang-buang waktu hanya akan membuatnya pergi.."
"Ada yang kau suka dan tiba-tiba mendekatkan diri, tunggu sebentar, coba tanyakan maksudnya, apakah kedekatan kalian hanyalah caranya menghargai perasaanmu? "
"Menghargai perasaan yang menyukaimu tidak harus bersikap seolah-olah kau punya rasa yang sama.."
"Ada yang mencintai dan tidak menunggu respon, barangkali aku salah satunya"
"Aku takut Allah dengan tiba-tiba menjauh dariku karna permintaan ku yang acap kali seperti memaksa.."
"Ada rindu yang datang bersama hujan, entahlah suasana hujan selalu menghadirkan kisah"
"Apabila pertemanan ini adalah kebetulan, semoga takdir Allah yang menjodohkan.."
(Midana, 18 tahun)
Assalamualaikum 2015
Hallooooooo.....
akhirnya ngeblog lagi, maafkan daku yang sempat mengabaikan keberadaanmu blog, maaf akhir tahun kemarin aku sempat disibuk kan dengan rutinitas yang sebenarnya sengaja ku cari-cari untuk dengan sengaja melupakanmu.... dahlah maaf lah maaf
Akhirnya aku, dia , mereka dan kita semua berada di 2015.....
Perpisahan yang sesungguhnya adalah perpisahan dari tahun yang satu melanjut ketahun berikutnya,
kita tidak mungkin bertemu kembali walau dengan 2014 part II..
Setiap pergantian tahun lini twitter ku selalu ramai dengan resolusi , Rentetan resolusi selalu saja happening dijam-jam terakhir pergantian tahun...Pergantian tahun? Resolusi?
Aku bukanlah pribadi yang setiap pergantian tahun selalu membuat rentetan resolusi yang selalu hangat diperbincangkan, aku tidak menganut tradisi semacam itu, bagiku setiap hari disepanjang tahun siapa pun harus mampu berresolusi untuk hidup dikemudian hari... setiap manusia harus selalu lebih baik dihari berikutnya, setidaknya itu yang selalu tertangkap dibenakku..
Jika pada akhirnya aku dipaksa untuk berresolusi ya I got an A for UAS diawal bulan ini (amin)
Tidak ada doa khusus dariku untukmu ditahun ini, aku (berusaha) tidak lagi menelikmu lebih dalam tapi entahlah aku sendiri getir mendengar ucapanku barusan...bagaimana mungkin.........aku bercanda dengan ucapan ku , aku tidak benar-benar mengatakannya meskipun aku sangat sadar kau juga tidak akan perduli...
teruntuk 2014 yang teramat manis...
simpan saja cerita yang kau ciptakan untuk kami, hmmm maksudnya untukku..
maafkan hingga kini aku belum juga menyelesaikannya,maaf aku yang masih menggantungkan dengan ketat cerita itu...
lebih baik kau dan 2015 berunding, kalian boleh saja mengadakan rapat plenno, atau sidang paripurna untuk menentukan nasibku... tentang cerita yang belum usai, atau tentang cerita yang belum sempat kutahui dan tentang cerita yang barangkali ujungnya seperti kopi dengan bumbu garam ..
wassalamualaikum 2014
akhirnya ngeblog lagi, maafkan daku yang sempat mengabaikan keberadaanmu blog, maaf akhir tahun kemarin aku sempat disibuk kan dengan rutinitas yang sebenarnya sengaja ku cari-cari untuk dengan sengaja melupakanmu.... dahlah maaf lah maaf
Akhirnya aku, dia , mereka dan kita semua berada di 2015.....
Perpisahan yang sesungguhnya adalah perpisahan dari tahun yang satu melanjut ketahun berikutnya,
kita tidak mungkin bertemu kembali walau dengan 2014 part II..
Setiap pergantian tahun lini twitter ku selalu ramai dengan resolusi , Rentetan resolusi selalu saja happening dijam-jam terakhir pergantian tahun...Pergantian tahun? Resolusi?
Aku bukanlah pribadi yang setiap pergantian tahun selalu membuat rentetan resolusi yang selalu hangat diperbincangkan, aku tidak menganut tradisi semacam itu, bagiku setiap hari disepanjang tahun siapa pun harus mampu berresolusi untuk hidup dikemudian hari... setiap manusia harus selalu lebih baik dihari berikutnya, setidaknya itu yang selalu tertangkap dibenakku..
Jika pada akhirnya aku dipaksa untuk berresolusi ya I got an A for UAS diawal bulan ini (amin)
Tapi, aku teringat kembali ada cerita yang masih menggantung dipenghujung tahun kemarin, ada yang belum diselesaikan, ada yang tidak harus diselesaikan, ada yang memang harus ditinggalkan dan ada yang butuh kepastian (apasih)...
Thanks a lot untuk tragedi-tragedi yang kita sama-sama ciptakan ditahun kemarin, tentang diriku yang kukira semakin dekat denganNya, aku yang semakin takut diabaikan olehNya, dan tentang hijabku sebagai niatku untuk lebih taqwa dihadapanNya dan terimakasih untukmu.. terimakasih setidaknya hampir setengah pada tahun kemarin tiap harinya kita berdampingan,terimakasih untuk aku yang tidak pernah special....Tidak ada doa khusus dariku untukmu ditahun ini, aku (berusaha) tidak lagi menelikmu lebih dalam tapi entahlah aku sendiri getir mendengar ucapanku barusan...bagaimana mungkin.........aku bercanda dengan ucapan ku , aku tidak benar-benar mengatakannya meskipun aku sangat sadar kau juga tidak akan perduli...
teruntuk 2014 yang teramat manis...
simpan saja cerita yang kau ciptakan untuk kami, hmmm maksudnya untukku..
maafkan hingga kini aku belum juga menyelesaikannya,maaf aku yang masih menggantungkan dengan ketat cerita itu...
lebih baik kau dan 2015 berunding, kalian boleh saja mengadakan rapat plenno, atau sidang paripurna untuk menentukan nasibku... tentang cerita yang belum usai, atau tentang cerita yang belum sempat kutahui dan tentang cerita yang barangkali ujungnya seperti kopi dengan bumbu garam ..
wassalamualaikum 2014
Subscribe to:
Posts (Atom)