Sunday, 15 March 2015

Gadis ini😊



Dia ...
Dia adalah gadis yang teramat biasa dimasa yang luar biasa ini..
dia tidak punya kesibukan lain selain menulis.
cita-citanya terlalu sederhana, hanya ingin mengatakan dengn mulut tulisan-tulisan yang telah ditulisnya selama ini.


sesimple itu , sesimple ketika dia mulai mencintai seseorang yang teramat terjal untuk di jangkau.


banyak hal yang harus berkecamuk dihatinya ketika ia mulai ingin mengatakan sesuatu.
mulutnya tidak selincah gadis lain ketika berucap, banyak ragu yang kerap menjadi penghalang . Bahkan ketika pertanyaan itu harus ia taanyakan secepatnya, tapi yang terjadi adalah kesal,emosi dan tangisan yang akan muncul setelahnya, setelah mengetahui bahwa ia tidak cukup berani untuk berucap.


apa yang salah dengan gadis ini, sorot matanya selalu mengundang tanya orang -orang sekitar, senyumnya sulit sekali merekah ketika batin tidak benar-benar dalam posisi yang baik.


gadis ini terlalu perempuan, mudah sekali kesal dengan hal-hal kecil yang mengusiknya.


kini...
hatinya sedang melemah, batinnya mulai terusik kembali ketika sosok yang sempat memberi nyaman tiba-tiba menciptakan ragu. Sejuta Tanya mulai membuatnya kesal .


haruskkah gadis sepertinya jatuh kepada yang salah berulang-ulang?
haruskah Cinta datang sekeji ini??


Semoga berkah Allah menyelimutinya rapat-rapat.

Ragu dalam diam

Ada ragu yang memang sulit terjelaskan. Banyak hal yang mengundang tanya besar dan tak terpecahkan. Ternyata perlakuan tanpa perkataan tidak menggaransikan apapun.


seperti ini nyatanya, tiba-tiba saja ada sesak dalam ragu yang terpendam, ada pertanyaan yang masih rapat tersimpan. Tentang mu dan tentang kita.


kata-kata apa yang pantas untuk menggaris bawahi kedekatan Kita selama ini ? Terlalu tak masuk akal rasanya jika ku sebut ini pendekatan, mengingat sikap mu yang sulit diterjemahkan .


ternyata "let it flow" tak semudah kedengarannya, tak semerdu yang mereka sering ucapkan . Ada tumpukan harapan yang menggunung dengan tiba-tiba tiap kali sikap mu tertangkap manis dalam batin, dan ada sesak yang menyelimuti rapat-rapat ketika abaimu tiba-tiba menyergap .


sesak dan sulit kukatakan secara gamblang bahwa aku membenci situasi ini.


entah apa yang pantas kupercaya, raguku atau caramu berlaku .