Diamku bernada, santaiku mengandung do'a
Menunggumu hingga lelahku menjadi jimat ~
Tidak semua orang peduli usaha mu yang mati-matian. Beberapa justru menganggap itu lelucon. Iya lelucon
Sampai pada akhirnya aku hampir lupa aku sedang mencintainya☺
Bukan kamu yang sulit dimengerti, tapi dia. Dia yang orang bilang hampir tak terpahami
begitulah terus sampai keraguan menemukan jalannya sendiri
Semut yang dekat barangkali bisa
mengalahkan harimau yang jauh
Ada ragu yang terselip diantara yakinku~
Sulit percaya diri ketika belum ada langkah pasti, kerap kali angan-angan tidak terealisasi☺
Bukankah mengerihkan jika dia (laki-laki) menggilai suaramu?
Menulislah, karna wanita tak harus pandai bernyanyi..bukankah suara juga aurat?☺
Kupilih diam dan nyalakan sinyal agar dia paham
Tidak ada yang harus
diperjelas , karna semu sudah cukup sebagai penjelas
Seperti mendung yang belum tentu akan turun hujan
Perlahan membuatku membatalkan untuk mematahkan kalimat "semuanya sama"
Seperti menikmati secangkir coffee dari tongkrongan ternama? Tidak sesimple itu
Mulai kupahami, kadang gelombang dan saat ini datar.Tidak ada yg dapat membaca fikiran satu sama lain.
Beberapa orang dikala marah justru memilih tulisan sebagai pelampiasan, entahlah
bagiku marah adalah art ☺
Kami adalah barisan yang sama, hampir setipe dan jarang sekali berbeda. Bisakah kau menyimpulkan ini tanpa pertemuan?
Kami memang lebih anggun jika menunggu, menunggu waktu, menunggu tempat,
menunggu pertemuan ~
Kelak sepatu yang bertujuan sama akan jalan berdampingan
Bagaimana caramu menjelaskan tentang hujan yang tiba-tiba ini , padahal mendung tidak pernah memberi aba-aba
Ketika memang belum saatnya , maka sekeras apapun kau meminta ia tetap tak akan datang menemuimu
Tentang rindu yang tak jua menemukan pertemuan dan tentang kita yang membatasi interaksi☂
Dengan doa, jarak diantara kita terasa hanya sepenggal dan tak berarti apa-apa ~
Hanya karena terlanjur betekuk lutut bukan berarti tak mampu berdiri menggapai...yang lain
Setiap jarak mempunyai maksut , entah sebagai kebutuhan tulisan atau sebagai penjelasan
Semuanya tak juga memudar meski pertemuan tak pernah ada
Semua penantian menginginkan pemberhentian
Ada rindu yang tak bertuan, entah kepada siapa dan entah karna apa
Kelak yang mengagumi diam-diam akan dikagumi secara terang terangan
No comments:
Post a Comment