akhirnya ngeblog lagi, maafkan daku yang sempat mengabaikan keberadaanmu blog, maaf akhir tahun kemarin aku sempat disibuk kan dengan rutinitas yang sebenarnya sengaja ku cari-cari untuk dengan sengaja melupakanmu.... dahlah maaf lah maaf
Akhirnya aku, dia , mereka dan kita semua berada di 2015.....
Perpisahan yang sesungguhnya adalah perpisahan dari tahun yang satu melanjut ketahun berikutnya,
kita tidak mungkin bertemu kembali walau dengan 2014 part II..
Setiap pergantian tahun lini twitter ku selalu ramai dengan resolusi , Rentetan resolusi selalu saja happening dijam-jam terakhir pergantian tahun...Pergantian tahun? Resolusi?
Aku bukanlah pribadi yang setiap pergantian tahun selalu membuat rentetan resolusi yang selalu hangat diperbincangkan, aku tidak menganut tradisi semacam itu, bagiku setiap hari disepanjang tahun siapa pun harus mampu berresolusi untuk hidup dikemudian hari... setiap manusia harus selalu lebih baik dihari berikutnya, setidaknya itu yang selalu tertangkap dibenakku..
Jika pada akhirnya aku dipaksa untuk berresolusi ya I got an A for UAS diawal bulan ini (amin)
Tapi, aku teringat kembali ada cerita yang masih menggantung dipenghujung tahun kemarin, ada yang belum diselesaikan, ada yang tidak harus diselesaikan, ada yang memang harus ditinggalkan dan ada yang butuh kepastian (apasih)...
Thanks a lot untuk tragedi-tragedi yang kita sama-sama ciptakan ditahun kemarin, tentang diriku yang kukira semakin dekat denganNya, aku yang semakin takut diabaikan olehNya, dan tentang hijabku sebagai niatku untuk lebih taqwa dihadapanNya dan terimakasih untukmu.. terimakasih setidaknya hampir setengah pada tahun kemarin tiap harinya kita berdampingan,terimakasih untuk aku yang tidak pernah special....Tidak ada doa khusus dariku untukmu ditahun ini, aku (berusaha) tidak lagi menelikmu lebih dalam tapi entahlah aku sendiri getir mendengar ucapanku barusan...bagaimana mungkin.........aku bercanda dengan ucapan ku , aku tidak benar-benar mengatakannya meskipun aku sangat sadar kau juga tidak akan perduli...
teruntuk 2014 yang teramat manis...
simpan saja cerita yang kau ciptakan untuk kami, hmmm maksudnya untukku..
maafkan hingga kini aku belum juga menyelesaikannya,maaf aku yang masih menggantungkan dengan ketat cerita itu...
lebih baik kau dan 2015 berunding, kalian boleh saja mengadakan rapat plenno, atau sidang paripurna untuk menentukan nasibku... tentang cerita yang belum usai, atau tentang cerita yang belum sempat kutahui dan tentang cerita yang barangkali ujungnya seperti kopi dengan bumbu garam ..
wassalamualaikum 2014
No comments:
Post a Comment