Tuesday, 13 January 2015

Perempuan baik

Haiiiii.....
salam kenal sebelumnya...
jangan terkejut, kita memang tidak pernah bertemu sebelumnya, kita juga tidak pernah berkenalan sebelumnya, atau bahkan kau bukanlah rentetan orang yang berada dalam list pertemananku atau begitu juga sebaliknya denganmu, tapi semoga kelak kita bisa berteman meski terasa lebih sulit untuk ku..
Apa kabarmu? gimana dengan kuliahmu? bukankah asik menjadi ahli gizi kelak? bagaimana dengan prestasimu? bagaimana dengan sekelilingmu? dengan teman-temanmu difakultas tersebut?
maaf sebelumnya, mungkin bukan aku yang akan melemparkan rentetan pertanyaan tersebut, mungkin saja dia yang teramat penasaran dengan kabarmu , atau bahkan teramat rindu denganmu ...

aku mengenalmu tanpa sengaja dan tanpa kuminta, tiba-tiba saja kau telah hadir dan sempat membuatku susah tidur malam.. tidak, ini bukan salahmu , aku memang selalu begitu kalau sedang gundah dan ini adalah penyakitku 

kau adalah sesosok yang beruntung, atau apakah sejak lahir kau selalu diselimuti keberuntungan? hihi..
maaf aku terlihat usil, duduklah tetap diposisi pertamamu, aku tidak akan lebih jauh mencari tahu tentang dirimu, aku bahkan tidak berniat tahu tentangmu..
tentang profile yang sedikit aku tahu itu adalah hal-hal yang sempat ia beritahu kepadaku, kau sempat masuk dan menyelinap kedalam perbincangan kami sore itu..

kau yang jauh disana..  yang sosoknya selalu dirindukan lelaki itu.. ku yakin kau adalah perempuan yang baik, perempuan untuk laki-laki yang baik...
terus saja perbaiki dirimu, karena setahu ku dibelahan bumi bagian utara ini ada sesosok yang sedang dengan tenangnya terus memantaskan diri untukmu

apakah kalian selalu bertukar kabar? apakah iya? seharusnya iya, karena dia selalu sumringah setiap harinya, aku yakin kaulah satu-satunya penyebab senyum tipis itu meluncur sepanjang hari...

bagaimana dengan teman kuliahmu? apakah kau sedang tertarik dengan lelaki lain? Jangan Lakukan Itu! karena sepengetahuanku dirinya disini tidak sedikit pun menolehkan matanya kepada wanita lain, dia seperti meletakkan harapan besar kepadamu, percayalah mungkin dia tengah menunggumu....

kali ini, bolehkah aku mengatakan sesuatu, mengatakan yang telah mengendap cukup lama, mengatakan yang tabuh...begini ........
lelaki yang lebih dulu mengenalmu itu kini adalah temanku, dia tidak banyak menceritakan tentang dirimu, namun dibeberapa kali kesempatan dia selalu saja menyisipkan atribut namamu ketelingaku..
aku tidak kecewa dan tidak selayaknya untuk kecewa, kalin sudah lebih dulu bertukar kisah , kau sudah lebih dulu menikmati senyumnya, kau sudah lebih dulu menikmati candaannya serta perhatian transparannya barangkali..
kini....aku terlanjur meletakkan hatiku didepan pintu hatinya, aku terlanjur terperosok dan susah untuk walkout dari sini..aku harus bagaimana?
maaf aku dengan lancangnya bercerita denganmu, abaikan saja beberapa keluhanku diatas hihi..

malam sudah semakin larut, aku masih saja memikirkan tentangnya, tentang yang merindukanmu..
sudahlah, aku mulai tidak lancar untuk menulis, ada yang jatuh didasar pipi , ada yang mengalir deras tanpa penghalang, maaf kini aku harus menyeka dengan cepat air yang jatuh..
sebelumnya maaf menjadikanmu objek untuk tulisan ini, maaf aku tidak pamitan sebelumnya..
terimakasih perempuan baik :)

ssssssttt, tutup saja mulut mu, aku tidak ingin dia tau tentang perbincangan kita barusan...



No comments:

Post a Comment