Aku tidak tahu apa yang sedang dipersiapkan Tuhan untukku..
apa yang akan ia gariskan untukku, karena dengan beberapa peristiwa yang Ia hadirkan aku sendiri justru tidak mampu menyimpulkan..
aku memang tidak pernah tahu apa keinginan Tuhan terhadap diriku , apa yang akan Tuhan hadirkan untukku..
ketika dengan tiba-tiba Ia menarik yang selama ini menjadi penyemangat, ketika dengan caranya ia menghadirkan sesosok yang lainnya, yang membawa cerita baru.. tapi aku justru tidak mampu menoleh kearah yang lain, aku masih saja memandangi dirimu walau hanya sebidang punggung dan dari jarak yang sangat jauh..
Siapa yang menciptakan tembok ini?, siapa yang membangun tembok yang seolah begitu kokoh ini?..
kaukah yang menghadirkan jarak untuk ku? untuk apa? bukankah selama ini kita juga tidak begitu dekat?
atau jarak ini adalah semu? aku saja yang merasa?
pertanyaan itu tidak perlu kau jawab, cukuplah kau jawab untuk dirimu saja... akulah yang akan mencari tau dengan caraku..
atau aku bisa saja menyerahkan nya kepada waktu, karena waktu adalah Jawaban atas semua pertanyaan ..
saatnya untukku menata yang akhir-akhir ini sempat berantakan, menata yang kemarin sempat kita rapikan bersama....bukan, bukan kau yang membuatnya berantakan kembali, akulah yang sebenarnya tidak mampu mempertahankannya..
kini aku sangat sibuk, sibuk menyeka air yang jatuh dari bola mata, begitulah...ini adalah resiko untukku, untukku yang tidak mampu mengontrol diri, ini semacam hukuman yang harus kuterima..
sudahlah, tidak ada hal yang harus segera kulakukan selain menyudahi tulisan ini..
menyudahi yang tidak harus dimulai ...
terimakasih pagi yang teramat gelap..
No comments:
Post a Comment