Friday, 9 January 2015

Friendship

 Aku menulis ini teruntuku mu yang ramah-tamah...

 

Pena ini bergerak semaunya
kemudian berjalan sesuai alurnya..
tinta ini tak pernah tahu diri, berani-beraninya ia menuliskan tentang dirimu..
berani-beraninya ia dengan lancar menggambarkan perasaan ini..

Untukmu yang tanpa sengaja kukagumi...
maafkan kelancangan egoku yang mengagumi pribadimu..
maafkan kekeras kepalaanku yang masih tidak ingin lepas dari keadaan ini...
dirimu begitu mudah untuk dikagumi..

bolehkan ku akui?
kini mungkin aku salah satu yang terperosok teramat dalam karena keramah-tamahanmu..
padahal aku menyadari betul sikap seperti itu hanyalah hal-hal yang mendasar
yang justru aku yakin kau melakukannya dengan pihak-pihak lain.....

entahlahhhh...
untukmu yang secara tiba-tiba ku cintai...
berhentilah membuatku semakin susah menatap titik bola matamu,
berhentilah membuat jantungku bekerja melebihi porsinya..
berhentilah membuatku terkagum-kagum..

maaf, aku terlalu perempuan..
aku terlalu lemah untuk mengontrol diri...
maafkan jika kau dengan mudah menangkap apa yang terpancar dibola mataku..
maaf jika aku tidak mampu menyembunyikan yang seharusnya tidak pernah ada...

tetaplah kita berteman baik...
jika ini terasa sangat mengganggu mu ,
boleh saja kau berusaha membantuku menghilangkan noda ini..
noda pada bagian dalam yang sempit..

aku tidak tau bagaimana mengakhiri tulisan ini,
bagaimana caraku berhenti menuliskan tentang dirimu lagi...


bait-bait diatas kutulis secara sadar..
kutulis saat aku tiba-tiba merindukanmu....
kutulis dengan sangat serius dan ditemani dentingan jarum jam..



No comments:

Post a Comment