Wednesday, 7 January 2015

Tragedi di Kebun Teh

Tragedi? barangkali iya...
apapun yang terjadi, semanis apa pun kejadian dikebun teh saat itu tapi aku selalu memikirkan kepahitan dari daun teh tanpa gula... (intermezzo)

"Please Your Contact" 

menurutmu bagaimana jika kalimat itu menyergapmu dengan tiba-tiba? seorang pria yang lebih dewasa menyodorkan tulisan sperti itu di handsscone yang melekat ditangan kirinya?


baiklah, aku sendiri yang akan menjawab, pertama-tama tentu dengan sangat tidak sadar dan berada dibawah alam sadarku sendiri serta mungkin saja aku khilaf , aku yakin pada saat itu bentuk muka ku seketika jadi aneh, maksudku raut wajah. muka bego, muka o'on atau mungkin wajah yang gak ada apa-apanya ini semakin menjadi tidak ada apa-apanya setelah berubah bentuk menjadi trapesium :(
yah begitulah mungkin , aku yakin siapapun akan ilfeel melihat itu..
entahlah, aku selalu merasa begitu, soalnya kalo lagi diem dan tebodoh ya memang gitu mendadak makin ugly (hem) saat itu, mereka tidak harus tau gimana posisi alis, kelopak mata, mulut, pipi, daguku dan yang kelihatan lainnya.

rasanya, aku menyesali ketidak elegantan ku saat itu...
rasanya aku ingin menggunakan tombol skip untuk melewati tragedi saat itu (yeeeah)

Sudahlah, tragedi itu gak ada apa-apanya dibandingkan tragedi-tragedi kita... kita???? siapa????

yaudahlah, rasanya aku enggan menceritakan tentang ini, jari ini tidak semahir biasanya, ketika menceritakan tentang dirimu. Aku memang tidak profesional, aku memang terlalu wanita ..
pada intinya menceritakan tentang dirimu selalu membuatku semangat menulis =)



END



No comments:

Post a Comment