Wednesday, 7 January 2015

Coretan tanpa pena

maaf aku harus memulai tulisan kali ini dengan 'entah'

entah bagaimana aku menjelaskan perasaanku saat ini, perasaan yang jelas-jelas tidak layak untuk diperjuangkan, perasaan yang barangkali lebih pantas dimusnahkan.
tidak seorang pun  patut tahu bagaimana aku mencintaimu dengan tenang ... Entahlah , mencintai diam-diam membuatku harus mampu menulis, jatuh cinta membuatku terlatih mengetik.Karena hanya dengan menulis segala yang ingin dikatakan seolah telah tersampaikan ketelingamu, menulis membuatku rileks menyampaikan apapun. Jadi jika kau ingin tahu bagaimana aku mencintaimu, sisakan saja waktumu untuk melihat tulisan-tulisanku (jangan, aku hanya bercanda)
Sebelumnya aku harus melayangkan surat permohonan maaf teruntuk kamu yang telah kujadikan objek tulisanku yang masih amatiran ini, maaf aku tidak pernah izin sebelumnya, percayalah apapun yang kutulis tentangmu hanya sebatas keinginanku untuk menuliskannya bukan berharap kau membacanya .
Dan maaf jika kalimat-kalimat ku terhitung hiperbola dan terlihat tidak pantas...

Aku tidak pernah yakin dan percaya kau akan melihat tulisan-tulisan standart ku , maka layaknya masa remaja nenekku, aku ingin sekali menggantungkan harapan kepada merpati-merpati putih agaknya dia mampu membawa jauh perasaan yang telah lama menginap dihatiku, entah untuk menyampaikan padamu atau menerbangkannya keruang angkasa dan perlahan musnah bersama angin atau dihantam hebat kendaaran udara...

Mencintaimu membuatku sering kali bercerita denganNya, jika kau ingin tahu tanyakan saja padaNya tentang kisahku yang kuceritakan diam-diam, tetapi kuharap ia tidak menjawab pertanyaan-pertanyaanmu karena aku tau Ia yang paling mampu menjaga rahasia ..

bahkan saat ini aku takut, takut kalau Dia tiba-tiba bosan dan menolak mendengarkan ceritaku. bagaimana tidak, selain bercerita aku kerap kali memaksa untuk dikabulkan , betapa ego dan tidak sabarnya aku dihadapanNya. Prihal doa yang selalu kupertanyakan padaNya adalah akan bermuara ketepi mana perasaan yang kupunya? Tidak jarang aku hilang kontrol terhadap perasaanku, tak jarang aku sebagai pemegang kendali justru melepaskan tali, bahkan seringkali nahkoda sepertiku justru terbawa arus...


sudahlah, aku mau masuk, mau kuliah prof Yamin, jam 11 sih tapi rasanya ingin tidur lagi
Wassaamualaikum


No comments:

Post a Comment