Alhamdulillah kita ketemu lagi sama Jum'at yang InsyaAllah diberkahi Allah SWT....amin
Oke, rutinitas yang selalu kita jalani tetaplah harus kita lewati dan kali ini Divisi Keputrian BTM Aladdinsyah S,H membuka wadah sebesar-besarnya untuk kita semua berkreatifitas...
uyeeeeeeeeeeeeaaaaaaaaaaaaaahhhhhhh...
Kami dari divisi pengembangan dakwah tentu menampilkan sesuatu hal yang tidak jauh berbeda dari apa yang kami lakukan dan insyaAllah juga harus kita sama sama lakukan...
Dikesempatan kali ini kami menghadiahkan untuk para peserta Keputrian suatu materi mengenai "Pacaran"
Materi kali ini disampaikan oleh adinda Amiroh Zatil Ulya dari stambuk 2014, kemampuannya menyampaikan materi sudah tidak diragukan lagi, saya hampir 'iri' dan tentunya ingin bisa mengimbangi caranya berdakwah didepan publik, sangat luwes dan friendly....
Telinga ku sudah sering sekali mendengar kajian mengenai pacaran, tentu ditelinga teman-teman pun begitu adanya, bahkan dibeberapa kali saat divisi keputrian mengadakan pengajian keputrian tak jarang mengangkat tema ini... tema yang menarik dan sekaligus sangat dekat dengan kita yang tak khatam-khatamnya menyudahi tradisi pacaran (astaghfirullah)..
saya pribadi selalu tertarik dengan materi ini, dalam penyampaiannya tadi beberapa penggalan kalimat yang masih hangat terdengar yaitu "wanita lebih anggun untuk menunggu" , saya sendiri sempat berkaca untuk sekedar menelik kedalam pribadi saya sendiri, apakah yang saya lakukan adalah sedang menunggu atau mengharap?
satu hal yang akan saya sampaikan pada tulisan kali ini, menunggu dan mengharap adalah dua kata yang berbeda, berbeda maksud dan berbeda tujuan ...
untuk sekedar menunggu, kita tak harus meronta-ronta, meminta-minta dipersatukan dan dijodohkan ...
belajarlah menunggu dengan cara yang berkelas, menunggu dan tetap istiqomah kepadaNya..
menunggu untuk orang yang tepat, ditempat yang tepat dan pada waktu yang tepat maka menunggu menjadi sangat indah untuk orang-orang yang bersabar dalam penantiannya...
bagaimana dengan mengharap? mengaharap kerap kali menimbulkan kekecewaan kepada-Nya...yang kumaksudkan disini adalah bagaimana ketika harapanmu lari jauh dari yang digariskan Allah? bagaimana jika skenario yang Allah telah siapkan untukmu ternyata berbandik 180 drajat dari yang kau impi-impikan. alhasil hanya pemberontakan kepada allah yang kita lakukan, kita menganggap Allah lah sitersalah dalam hal ini, sungguh aku pun pernah melakukan itu.
hampir mencapai ujung materi , ami mempersilahkan saya menyampaikan beberapa penggal puisi , entahlah.... puisi yang sepantasnya disampaikan oleh orang yang lebih pantas, puisi yang aku sendiri tidak tau darimana datangnya, puisi yang menyita semua fikiranku untuk mampu melahap habis-habis tiap baitnya, puisi yang mereka katakan begitu menyentuh, sudahlah lupakan tentang puisi dan pembaca nya, yang terpenting adalah pesan didalamnya, untuk kalian dan untukku...
Udahlah yaaa, makasih wifi dan pendopo fh usu..
wassalamualaikum ;;)
No comments:
Post a Comment